Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan

Makna Kebahagiaan Ideologi Kapitalisme Adalah Meraih Keuntungan Materi

Makna Kebahagiaan Ideologi Kapitalisme Adalah Meraih Keuntungan Materia

Tsaqofatuna.id - Aktivis Dakwah Ustadzah Nikmah Mu'awanah dari Muslimah Media Center (MMC) menyatakan, makna kebahagiaan dalam pandangan hidup (ideologi) kapitalisme adalah meraih keuntungan materi yang sebesar-besarnya.

"Asas kapitalisme adalah memisahkan aturan agama dari kehidupan. Makna kebahagiaannya meraih keuntungan sebesar-besarnya," ujarnya dalam program Blusukan Kru MMC: [Bojonegoro] Emak-emak Hidup dalam Bayang-bayang Utang dengan Bunga Selangit, pada Minggu (19/5/2024), di kanal YouTube Cahaya Islam TV.

Karena itu, kata Nikmah, tak heran jika kehidupan masyarakat yang bersistem ekonomi Kapitalisme tidak bisa dilepaskan dari transaksi-transaksi atau akad-akad yang batil.

"Tak mengenal konsep halal dan haram sebab terpisahnya aturan agama dari kehidupan. Wajar, jika ada riba atau bunga dalam akad utang piutang," jelasnya.

Nikmah mencontohkan, fenomena persoalan utang berbunga yang terjadi pada masyarakat hari ini yang sudah dianggap biasa. Menurutnya, banyaknya emak-emak yang terlilit utang bahkan terjerat pinjol (pinjaman online) ilegal juga karena tidak bisa dilepaskan akibat dari kapitalisme.

"Ini akibat ulah yang dilakukan para pengusaha berotak kapitalis dalam mencari peluang investasi melalui pinjol," sebutnya.

Ia pun menerangkan bahwa hal itu terjadi karena pemerintah Indonesia hanya menilai dampak buruk pinjol semata-mata akibat maraknya pinjol yang ilegal.

Dari penilaian itu, akhirnya lanjut Nikmah, upaya yang dilakukan pemerintah pun hanya menutup praktik pinjol ilegal. Sedangkan, masyarakatnya tetap dianjurkan untuk memanfaatkan pinjol yang legal.

"Padahal yang menjadi masalah bukan praktik pinjol ilegal dan yang legal. Namun, masalah sebenarnya adalah adanya praktik ribawi pada keduanya," terangnya.

Nikmah lantas menegaskan, begitulah ketika sebuah negara menganut ideologi kapitalisme.”Praktik apapun sah-sah saja asalkan mendapat keuntungan besar," pungkasnya. [] Muhar.

5 Ketentuan Toleransi Dalam Islam

5 Ketentuan Toleransi Dalam Islam

Tsaqofatuna.id - Direktur Rumah Inspirasi Perubahan Ustadz Indra Fakhruddin mengatakan bahwa Islam telah memberikan ketentuan yang jelas terkait toleransi terhadap orang kafir.

"Islam memberikan satu ketentuan yang sebenarnya sangat jelas tentang bagaimana toleransi terhadap orang kafir ini harus dilakukan," ujarnya dalam Bedah Buletin Dakwah Kaffah Edisi 324: Meneguhankan Iman Dan Identitas Islam, Jum'at (22/12/2023), di kanal YouTube Rumah Inspirasi Perubahan.

Ustadz Indra mengatakan pertama, toleransi dengan orang kafir tidak boleh mengurangi keyakinan Islam sebagai satu-satunya agama yang benar (yang lain salah) dan satu-satunya jalan keselamatan di Akhirat (yang lain tidak).

"Ini dalam konteks keimanan kita, meneguhkan keislaman kita, bahwa Toleransi dengan orang kafir tidak boleh sampai mencederai keimana kita kepada islam, bahwa Islam ini adalah satu satunya agama yang benar, dalam surat QS. Ali Imron ayat 19

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِ سْلَا مُ ۗ

Artinya: Sungguh agama yang diakui oleh Allah hanyalah Islam," tuturnya.

Kedua, ustadz Indra menjelaskan bahwa toleransi tidak boleh mengurangi keyakinan bahwa penerapan syariah secara kaaffah akan memberikan rahmat bagi seluruh umat manusia (Muslim dan non-Muslim).

“Dalam surat QS. al-Anbiya ayat 107:

وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ

Artinya: Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam,"ujarnya.

Ketiga, ustadz Indra menerangkan toleransi tidak boleh mengurangi semangat dakwah mengajak non-Muslim masuk Islam. Allah SWT telah menjelaskan dalam surat an-Nahl ayat 125.

"Jangan sampai Toleransi yang kita pahami itu malah kebablasen, sehingga saking dimaknai toleransi kita tidak boleh atau bahkan terhalang halangi untuk mengajak, untuk dakwah, khususnya adalah orang non muslim untuk masuk kedalam Islam," terangnya.

Keempat, ia mengatakan Toleransi dilakukan dengan tidak memaksa non-Muslim untuk meyakini Islam. Mereka cukup didakwahi atau diajak masuk Islam. Jika menolak, mereka dibiarkan memeluk agama yang mereka yakini, termaktub dalam surat al-Baqarah ayat 256.

"Dalam konteks ayat ini adalah ditujukan kepada orang orang non muslim, orang kafir, tidak ada paksaan mereka untuk memeluk kepada Islam," jelasnya.

Kelima, ustadz Indra menjelaskan Islam membolehkan bermuamalah dengan non-Muslim dan Islam pun juga memerintahkan agar berbuat baik dan berlaku adil terhadap non-Muslim.

Ia kemudian mengutip QS. al-Mumtahanah ayat 8 :

لَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَا تِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَا رِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَ تُقْسِطُوْۤا اِلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Artinya: "Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil"

"Toleransi dalam konteks Islam ini bukan partisipasi, karena Rasulullah saw. dengan tegas menolak melakukan toleransi dalam bentuk terlibat apalagi mengamalkan ajaran agama lain,"pungkasnya.[] Islamsyah

Sikap Penguasa Arab Untuk Palestina, Ustaz Su'ud Ashari: Sangat Menyayat Hati Kaum Muslim

Sikap Penguasa Arab Untuk Palestina, Ustaz Su'ud Ashari: Sangat Menyayat Hati Kaum Muslim

Tsaqofatuna.id - Menanggapi sikap pengecut para penguasa Arab dan Mesir terhadap genosida yang di Palestina, Pengasuh Majelis Taklim Bengkel Panahan Ustadz Su'ud Ashari mengatakan bahwasanya sikap tersebut sangat menyayat hati kaum muslim. "Namun yang sangat menyayat hati kaum muslim adalah sikap pengecut daripada penguasa negeri- negeri yang berdampingan dengan negeri Palestina, Arab dan Mesir," ujarnya dalam Multaqo' Ulama Aswaja 1445h: Penghalang Kita Adalah Tembok Gaza Dan Ashobiyah Nasionalisme, Selasa (28/11/2023), di kanal YouTube NgajiproID.

Sikap diam dengan tidak mengirimkan pasukan untuk membanntu perjuangan Rakyat Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi,katanya, itulah sikap pengecut, kepedulian hanya sebatas mengutuk. Para penguasa muslim tersebut memiliki kekuasaan, kekuatan dan pasukan namun tidak bisa mengirim pasukan untuk mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina.

"Apalah arti semua itu jika hanya untuk dipamerkan, sementara saudaranya tertindas di biarkan, seakan tuli, seakan bisu, seolah tidak pernah mendengar bahwa saudara Muslim itu harus dibela, bahwa umat Islam itu harus lindungi dari musuh-musuhnya,” ujarnya.

Rasulullah ﷺ bersabda, lanjutnya, sesama orang Mukmin itu adalah saudara, bagikan satu tubuh jika salah satu angota tubuh merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya. Ketidak pedulian itu bukan tanpa sebab, adanya konsep Nation State atau negara bangsa yang sengaja dibuat penjajah inilah yang menjadi indikatornya, sebagai alat pemecah-belah Umat.

“Untuk itu, jika kita ingin bersatu maka kita harus melepas sekat-sekat nasionalisme buang jauh-jauh dan kita kembali pada Islam di bawah naungan Khilafah Ala Minhaji Nubuah dengan Khilafah maka Islam di seluruh dunia akan bersatu,” tandasnya.[]Lukman Indra Bayu

Tidak Ada Ajaran Terorisme Dalam Islam, Justru Munculnya Terorisme Dari Orang-orang Kafir

Tidak Ada Ajaran Terorisme Dalam Islam, Justru Munculnya Terorisme Dari Orang-orang Kafir

Tsaqofatuna.id - Menangggapi adanya upaya mendiskreditkan para pejuang di Gaza Palestina sebagai teroris, Gus Tuhu Pengasuh Majelis Taklim mengukapkan bahwa tidak ada dalam Islam ajaran terorisme justru muncul dari orang-orang Kafir.

“Kalau kita berbicara terorisme, di dalam Islam sama sekali tidak ada ajaran teroris itu, tidak ada terorisme. Fakta yang sesungguhnya, justru yang terjadi terorisme itu munculnya dari orang-orang Kafir,” ungkapnya dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Probolinggo: Penghalang Kita Adalah Tembok Gaza Dan Ashobiyah Nasionalisme, Selasa (28/11/2023), di Kanal YouTube NgajiPro ID.

“Kalau dicatatan PBB, Hamas dimasukkan sebagai organisasi teroris. Tapi itu tidak mengherankan, Kenapa? Karena yang mengesahkan mensetujui tegaknya negara Yahudi itu ya PBB,” imbuhnya.

Karena menurutya, ketidakjujuran Barat dalam pelebelan terorisme hanya diberikan kepada umat Islam yang sebenarnya hanya membela tanah air nya. Padahal menurut penelitian pakar-pakar terorisme ada namanya state terrorism (terorisme negara), seperti halnya Amerika yang meluluhlantakkan Irak, Afganistan dan Vietnam, begitu juga yang dilakukan oleh Zionis Yahudi di Gaza Palestina saat ini.

“Memborbadir di daerah Gaza gambaran dari state terrorism, itu negara yang memunculkan, kalau itu mereka menyebut negara, memunculkan ketakutan pada orang-orang sipil. Bahkan menurut peraturan yang mereka buat sendiri, Palang Merah bagian-bagian kesehatan orang-orang sipil yang membantu orang-orang yang lemah, tidak boleh dibunuh, ada ambulans berisi ibu-ibu anak-anak orang sakit dihabisi oleh tentara Zionis Yahudi,” ungkapnya.

“Masih banyak lagi fakta-fakta yang menunjukkan bahwa Zionis Yahudi itu sesungguhnya apa yang mereka lakukan sesungguhnya adalah gambaran dari terorisme negara karena mereka menimbulkan ketakutan-ketakutan,” tandasnya.[]Lukman Indra Bayu

Menghilangkan Penjajahan Zionis Yahudi di Palestina Sebagai Tuntutan Syar’i dan Juga Amanat UUD 45

Menghilangkan Penjajahan Zionis Yahudi di Palestina Sebagai Tuntutan Syar’i dan Juga Amanat UUD 45

Tsaqofatuna.id - Penjajahan yang dilakukan Zionis Yahudi di Palestina harus dihilangkan karena menurut Kyai Mas Ikhwan Afandi Pengasuh Majelis Taklim Riyadul Jannah Probolinggo itu merupakan tuntutan Syar’i dan juga amanat UUD 1945.

“Menghilangkan penjajahan Zionis Yahudi di Palestina tersebut, ini merupakan tuntutan syari dari Al-Qur'an As- Sunah dari ajaran-ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan juga ini merupakan sesuatu yang ada di undang-undang dasar, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itulah hak segala bangsa,” ungkapnya dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Probolinggo: Penghalang Kita Adalah Tembok Gaza Dan Ashobiyah Nasionalisme, Selasa (28/11/2023), di Kanal YouTube NgajiPro ID.

Oleh karena itu, lanjutnya, para pemimpin khususnya di Indonesia untuk segera mengirimkan pasukannya demi memabantu para pejuang Palestina membebaskan tanah airnya dari cengkraman penjajah Yahudi, tidak cukup dengan kecaman, tulisan ataupun boikot.

“Ketika seorang Presiden Muslim itu mengirimkan pasukannya ke sana (Palestina) maka orang-orang yang ada di bawah pemimpin ini Insyaallah akan berangkat ,Insyaallah TNI kalau dikirimkan ke sana pasti akan berangkat,” ujarnya.

“Oleh karena itu kita menyeru para ulama di sini berkumpul mengingatkan para pemerintah agar bisa membantu saudara-saudara kita di Palestina sehingga penjajahan-penjajahan di atas dunia itu bisa dihapuskan,” pungkasnya.[]Lukman Indra Bayu