Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Penjajahan Model Baru, Menggiring Ketaatan Kaum Muslimin Kepada Barat

Penjajahan Model Baru, Menggiring Ketaatan Kaum Muslimin Kepada Barat

Tsaqofatuna.id - Penjajahan model baru berhasil menggiring ketaatan dan loyalitas kaum Muslimin kepada Barat. Hal itu dinyatakan Narator Muslimah Media Center (MMC) dalam program One Minute Booster Extra: Dakwah Mengeluarkan Umat Manusia dari Segala Bentuk Penjajahan, di kanal YouTube MMC, Selasa (7/5/2024).

"Hari ini kaum Muslimin berada dalam penjajahan model baru. Yakni penjajahan pemikiran, budaya, ekonomi, politik dan penjajahan ideologi, bahkan militer. Kondisi tersebut berhasil menggiring kaum Muslimin mengalihkan ketaatan dan loyalitasnya secara mutlak," tuturnya.

Narator mengulas, ketaatan yang seharusnya hanya diberikan kepada Allah SWT dan syariat-Nya, saat ini telah diberikan kepada pemikiran dan peradaban Barat.

"Akibatnya, tidak ada satupun sisi yang bisa digunakan kaum Muslimin untuk mengakhiri eksistensi penjajah Barat ini. Sampai pada kadar kita memahami agama kita dengan cara dan berpikir mereka," ulasnya.

Ia juga mengungkapkan, jika ada orang yang melawan cara pandang atau cara berpikir Barat, maka negara-negara Barat tidak segan-segan menggerakan media massa untuk menyerang orang tersebut, kemudian menggambarkannya dengan image (citra) yang negatif.

"Orang tersebut digambarkan menantang kemapanan, keluar dari kelaziman, merusak ijma' (persatuan) dan mendeskripsikannya sebagai ekstremis, teroris, fundamentalis dan radikal, bahkan menyebut orang tersebut sebagai musuh kemanusiaan dan orang-orang bodoh yang tidak layak hidup kecuali dalam kegelapan dan permusuhan," ungkapnya.

Denyut Kebangkitan

Di tengah upaya membungkam kebenaran yang dilakukan oleh Barat tersebut, Narator juga berujar, hari ini umat Islam dapat menyaksikan mulai berdenyutnya kebangkitan. "Umat melihat Barat bagaikan melihat setan. Munculnya orang-orang yang loyal terhadap kepentingan Barat diyakini akan musnah dengan berakhirnya masa kemunduran Islam," ujarnya.

Maka, ia menyerukan, opini Islam sebagai sebuah ideologi yang akan mengantarkan umat pada kebangkitan Islam harus terus disuarakan oleh para pengemban dakwah.

"Para pengeman dakwah harus meyakinkan umat bahwa Islam datang untuk menjawab seluruh problematika manusia secara tuntas dan benar. Islam merupakan aturan yang integral atau menyeluruh dan mengatur setiap perbuatan manusia," terangnya.

Narator lantas menegaskan, Islam adalah pemikiran menyeluruh yang menjadikannya sebuah solusi yang mampu menjawab setiap hal yang berkaitan dengan urusan hidup kaum Muslimin.

"Tegak di atas asas yang memancarkan setiap solusi hakiki kebangkitan Islam yang ditandai dengan tegaknya hukum-hukum Islam yang akan mengeluarkan umat Islam dari segala bentuk penjajahan," jelasnya.

Maka, pesan Narator, sungguh mulia posisi pengemban dakwah yang menyelamatkan manusia dari segala bentuk penjajahan ini. "Karena itu, teruslah berdakwah hingga Allah memenangkan umat dan dakwah ini atau kita binasa karenanya!" Seru Narator mengakhiri. [] Muhar

Beasiswa Anak-anak Negeri dari Pemerintah, Bukanlah Sebuah Prestasi

Beasiswa Anak-anak Negeri dari Pemerintah, Bukanlah Sebuah Prestasi

Tsaqofatuna.id -Pemberian beasiswa kepada sebagian anak-anak negeri dari Penguasa atau Pemerintah, Direkrur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky memandang bahwa itu bukanlah sebagai sebuah prestasi.

"Iya, jadi kalau pemerintah memberikan beasiswa kepada sebagian anak-anak negeri itu tidak bisa diklaim sebagai sebuah prestasi atau sebuah kebanggaan," ujarnya dalam Bincang-bincang: UKT Naik, Rezim Jokowi Mau Cerdaskan Bangsa atau Membodohkan? Dikanal YouTube Bincang Bersama Sahabat Wahyu, Rabu (8/5/2024).

Karena menurutnya, sebagai amanat konstitusi negara memang seharusnya memiliki tanggung jawab dan kewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa, yang salah satunya melalui pendidikan, termasuk memberikan beasiswa.

"Itu sama dengan begini, saya ngasih beasiswa anak saya dengan menyekolahkan gratis, itu bukan kebanggaan, karena hampir semua bapak-bapak juga yang punya anak membiayai sekolah anaknya," tuturnya menganalogikan.

Ia melanjutkan, jadi sebenarnya di situ konteksnya. Ada kekeliruan cara pandang dan cara pikir dari pengelola negara ini terhadap kewajibannya untuk menjalankan konstitusi.

Dan menurutnya, jika benar-benar negara ini ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, biaya pendidikan mestinya dibuat semurah-murahnya atau bahkan gratis. "Itu yang seharusnya dilakukan dengan berbagai cara," pungkasnya. [] Muhar

MMC: Kasus Pornografi Menjadi Aib Bagi Indonesia

MMC: Kasus Pornografi Menjadi Aib Bagi Indonesia

Tsaqofatuna.id - National Center for Missing and Explioted Children (NCMEC) sebanyak 5.566.015 konten pornografi melibatkan anak-anak Indonesia, Narator Muslimah Media Center (MMC) memandang, kasus pornografi telah menjadi aib bagi negeri ini.

"Jumlah tersebut membuat Indonesia masuk peringkat keempat secara internasional. Peringkat tersebut tentu menjadi sebuah aib bagi negeri ini (Indonesia)," ujarnya dalam program Serba-serbi: Pornografi, Mungkinkah Diberantas dengan Peraturan Ala Kapitalis? Di kanal YouTube MMC, Selasa (23/4/2024).

Bagaimana tidak? Kata Narator, anak-anak yang seharusnya mendapatkan kehidupan yang bersih justru menjadi korban kebejatan seksualitas. Kondisi itu terjadi karena penerapan sistem demokrasi kapitalis sekuler sebagai sistem kehidupan manusia yang tidak bersih.

"Pemahaman masyarakat (dalam kapitalisme) saat ini digiring untuk mencari kepuasan jasadiyah atau kesenangan materi sepuas-puasnya. Kepuasan seperti ini dijadikan tolak ukur kebahagiaan," ulasnya.

Di sisi lain, ia mengungkapkan, sistem kapitalis juga justru menjadikan produksi pornografi bagian dari aktivitas ekonomi tak terdaftar (shadow economy).

"Hal ini dapat dilihat dari data yang ditayangkan oleh tribratanews.polri.go.id pada September 2023, bahwa hasil penjualan film porno cukup menggiurkan. Rumah produksi film porno bisa memperoleh keuntungan hingga Rp500 juta selama setahun beroperasi," lansirnya.

Karena itu, Narator membeberkan, tak heran jika masyarakat saat ini tidak takut dengan dosa dan tidak peduli dengan pahala.

"Alhasil, perilaku liberal seperti pornografi menjadi sesuatu yang legal. Bahkan anak-anak pun ikut menjadi korban," bebernya.

Ia lantas memungkasi, sesungguhnya tidak ada sistem kehidupan manusia di dunia yang mampu menjaga generasi dari kejahatan pornografi. "Kecuali, sistem Islam yang diterapkan secara kaffah oleh negara Khilafah," pungkasnya.[] Muhar

Tidak Ada Penistaan Agama Berulang Ketika Syari'at Islam Dilaksanakan

Tidak Ada Penistaan Agama Berulang Ketika Syari'at Islam Dilaksanakan

Tsaqofatuna.id-Direktur Indonesia Justice Monitor Agung Wisnuwardana menyatakan, tak akan ada penistaan Islam berulang ketika syariat Islam dilaksanakan secara sempurna (kaffah) oleh institusi Khilafah.

"Ketika syariat Islam dilaksanakan dengan sempurna, tidak akan ada penistaan berulang," ujarnya dalam program Aspirasi: Ceramah Pendeta Gilbert Sulut Kemarahan Umat Islam? Di kanal YouTube Justice Monitor, Jum'at (19/4/2024).

Agung menjelaskan, itu terwujudkan karena tegasnya hukuman dan kepemimpinan dalam Islam yang mampu melindungi kemuliaan Islam dengan adil.

Ia mencontohkan, dahulu Khilafah Utsmaniyah sanggup menghentikan rencana pementasan drama karya Voltaire (pemikir Eropa) yang akan menista kemuliaan Rasulullah Saw.

"Saat itu Sultan Abdul Hamid II langsung mengultimatum Kerajaan Inggris yang bersikukuh tetap akan mengizinkan pemintasan drama murahan tersebut. Sultan berkata akan mengeluarkan perintah kepada umat Islam dengan mengatakan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasul. Saya akan mengobarkan jihad akbar," tutur Agung mengisahkan.

Kerajaan Inggris pun, lanjutnya, ketakutan dan pementasan itu akhirnya dibatalkan. 

Agung memungkasi, begitulah ketegasan seorang pemimpin dan penguasa (khalifah) kaum Muslim tatkala Islam dihina dan dinistakan. 

"Sungguh, kita sangat merindukan sosok pemimpin amanah dan bertakwa yang mampu menjaga muru'ah (kehormatan) Islam dan kemuliaan ajaran Islam, pungkasnya.

Diketahui, penistaan terhadap Islam kembali berulang. Kali ini dilakukan Pendeta Gilbert Lumoindong yang menyinggung tentang ibadah zakat dan salat dalam Islam.

Sebelumnya (tahun 2022), juga pernah viral seorang Pendeta bernama Saifuddin Ibrahim yang buron hingga hari ini tidak tertangap oleh Polri, karena menista Islam dengan berkoar meminta penghapusan 300 ayat Al-Qur’an. [] Muhar

Hakikat Kemenangan Umat Islam, Menjadi Umat Bertakwa

Hakekat Kemenangan Umat Islam, Menjadi Umat Bertakwa

Tsaqofatuna.id Momentum 'Idul Fitri, Narator Muslimah Media Center (MMC) menyatakan, hakikat kemenangan bagi umat Islam adalah ketika menjadi umat yang bertakwa kepada Allah Swt.

"Hakikat kemenangan bagi umat Islam adalah ketika menjadi umat yang bertakwa kepada Allah Swt. sebagaimana yang disebutkan di dalam al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 183," ujarnya dalam tayangan One Minute Booster Extra: Idul Fitri, Momentum Terbitnya Fajar Kemenangan Islam, di kanal YouTube MMC, pada Selasa (9/4/2024).

Hanya saja, Narator mengungkapkan, saat ini kita menyaksikan masih banyak perintah Allah yang belum diamalkan dan berbagai larangan Allah yang masih dilanggar, terutama syariat Islam yang berkaitan dengan pengaturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

"Pelanggaran tersebut ada di bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, hukum, pidana, pendidikan, politik luar negeri, dan lain sebagainya," terangnya.

Dan pangkal keburukan itu, menurutnya adalah karena umat Islam banyak yang melanggar atau menyimpang dari aturan-turan Allah Swt tersebut.

"Belum diamalkannya syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) dalam kehidupan kita inilah yang menyebabkan kehidupan kaum Muslimin saat ini menjadi terpuruk, terjajah, hancur dan tertindas," ucapnya penuh keprihatinan.

Kunci Kemenangan

Narator lantas mengingatkan, umat Islam perlu memahami bahwa kunci kemenangan adalah memantaskan diri sebagai hamba Allah Swt.

"Yang keimanannya kokoh, keilmuannya kuat dan senantiasa mendekat kepada Allah Swt.," gugahnya.

Dengan itulah, kata Narator, akan membuat umat Islam khususnya para pengemban dakwah bersabar dan tetap bertahan atas panjangnya perjuangan dan bahaya tipu daya musuh.

Usaha Perubahan

Selain itu, ia juga mengingatkan, umat Islam khususnya para pengemban dakwah harus memaksimalkan usahanya di dalam melakukan perubahan.

"Yaitu, memahamkan umat bahwa kita sedang berada dalam keburukan dan membutuhkan perubahahan," ajaknya.

Kesadaran akan adanya kondisi yang buruk itulah, jelasnya, yang akan membuat umat menuntut adanya perubahan yang lebih baik.

"Sebab Allah telah mewajibkan ikhtiar di dalam perjuangan untuk mengubah keadaan dunia menuju keadaan yang tunduk dan patuh kepada aturan Allah Swt," tegasnya.

Perjuangan mengembalikan kekuatan umat ini memang tidak mudah dan tidak ringan. Maka dengan berakhirnya puasa Ramadan ini, MMC berharap, akan melahirkan kembali jutaan umat Islam yang telah memiliki kadar keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. yang tinggi, besar dan kuat.

"Yang akan menjadi modal bagi terbitnya fajar kemenangan Islam," tutup Narator mengakhiri [] Muhar

Umat Islam Tak Punya Kekuatan karena Tidak Bersatu

Umat Islam Tak Punya Kekuatan karena Tidak Bersatu

Tsaqofatuna.idJumlah umat Islam yang sangat banyak sekarang ini tetapi Cendekiawan Muslim Ustadz Ismail Yusanto (UIY) menyatakan bahwa umat Islam tidak mempunyai kekuatan karena tidak bersatu.

"Hal itu terjadi karena umat Islam tidak bersatu dan tidak ada yang mempersatukan," ujarnya dalam program Fokus to The Point: Lebaran di Tengah Penderitaan Umat, di kanal YouTube UIY Official, Selasa (9/4/2024).

"Apa yang mempersatukan umat? Yang mempersatukan umat itu satu adalah pemimpin, yang kedua institusi politik. Itulah yang kita sebut Khalifah dengan Khilafahnya," imbuhnya.

UIY mengatakan,sangat kita sadari, saat ini umat tidak dalam keadaan baik-baik saja. Semua mengetahui itu, di Palestina khususnya di Gaza. Kemudian juga saudara kita di Rohingya, di Uighur dan di berbagai tempat lain.

"Di dalam negeri, saya kira persoalan-persoalan ekonomi, pendidikan, kemudian juga politik, itu masih memberi beban yang sangat berat, sehingga umat tidak bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya," bebernya.

Maka untuk menghilangkan kesedihan akibat penderitaan itu, kata UIY, kita harus mengambil peran yang sangat nyata, sungguh-sungguh, konsisten atau istiqamah untuk terwujudnya kembali persatuan umat.

"Apalagi kalau kita bisa mengajak saudara sesama Muslim yang lain untuk ikut juga berpartisipasi di dalam ikhtiar itu, maka saya kira bukan sekadar alasan menghilangkan rasa bersalah, tetapi ini merupakan kewajiban yang Insya Allah kalau ini kita lakukan dengan konsisten, itu akan sampai pada tujuan terwujudnya kembali persatuan umat," pungkasnya. [] Muhar

Penghapusan Pertalite, IJM: Akan Memberatkan Perekonomian

Penghapusan Pertalite, IJM: Akan Memberatkan Perekonomian

Tsaqofatuna.id - Rencana penghapusan BBM jenis pertalite oleh Pemerintah, Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardana menilai bahwa akan memberatkan perekonomian masyarakat jika penggantinya menggunakan jenis yang lebih mahal.

"Penghapusan Pertalite akan memberatkan secara ekonomi, jika (penggantinya) menggunakan jenis yang lebih mahal," ujarnya dalam tayangan Aspirasi: Ada Efek Berantai Bila Pertalite Dihapus, di kanal YouTube Justice Monitor, pada Rabu (27/3/2024).

Agung pun menegaskan bahwa rencana tersebut jelas nantinya berpotensi menyebabkan inflasi (kenaikan harga barang dan jasa) yang tinggi di masyarakat.

"Jangan sampai rencana penghapusan Pertalite justru terjadi di tengah-tengah jeritan masyarakat dari berbagai lapisan yang tengah menderita akibat himpitan ekonomi dan beban hidup yang semakin berat!" serunya penuh harap.

Sebab, ungkap Agung, akibat beratnya himpitan ekonomi tidak jarang bagi yang tipis iman, mereka bisa frustasi dan berpotensi melakukan tindak kriminal, hingga bahkan diakhiri dengan aksi bunuh diri yang bisa menjadi pilihan.

"Ini (faktanya) sudah banyak terjadi dan diekspos oleh banyak media sebelumnya," pungkasnya. [] Muhar

Kemiskinan Sistemik Penyebab Sulitnya Pemberantasan DBD

Kemiskinan Sistemik Penyebab Sulitnya Pemberantasan DBD

Tsaqofatuna.id - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), Narator Muslimah Media Center (MMC) menerangkan kemiskinan sistemik yang diciptakan sistem Kapitalisme menjadi salah satu faktor penyebab sulitnya pemberantasan.

"Terlebih lagi, kemiskinan mengakibatkan ketidakmampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi untuk menunjang daya tahan tubuhnya," terangnya dalam program Serba-serbi: Demam Berdarah Mewabah, Butuh Solusi Komprehensif, di kanal YouTube MMC, Senin (25/3/2024).

Selain itu, kata Narator, penataan kota yang jauh dari ideal juga menjadi faktor cepatnya penyebaran virus DBD.

"Saat ini, kota identik dengan kepadatan penduduk yang tidak diimbangi dengan pemukiman yang layak," imbuhnya.

Ia lantas mengungkapkan bahwa kapitalisme biang dari persoalan ini. Sebab, sistem ekonomi kapitalisme telah menciptakan kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.

"Para pemilik modal dibiarkan dengan serakah menguasai lahan-lahan strategis demi kepentingan bisnisnya," ungkapnya.

Alhasil, kata Narator, rakyat miskin semakin terpinggirkan. "Mereka beramai-ramai hidup di satu lahan yang sempit hingga menciptakan lingkungan yang tidak sehat," bebernya.

Ia kemudian menandaskan, meski ada upaya dari pemerintah untuk menangani kasus ini namun upaya tersebut tidak menyentuh akar persoalan.

"Upaya tersebut sejatinya sekadar upaya tambal sulam yang seolah hanya ingin menunjukkan kinerja pemerintah," tandasnya.

Sebelumnya, Narator juga mengabarkan, bahwa kasus DBD di Jakarta diketahui meningkat pesat dalam satu bulan terakhir. Ada 1.729 kasus DBD di Jakarta hingga 18 Maret 2024. [] Muhar

Tanggapi Gagasan Generasi Emas 2024, Pengamat: Yang Ada Sekarang Adalah Generasi Cemas

Tanggapi Gagasan Generasi Emas 2024, Pengamat: Yang Ada Sekarang Adalah Generasi Cemas

Tsaqofatuna.id - Menanggapi gagasan generasi emas 2045, Pengamat Kebijakan Publik dari Indonesian Justice Monitor (IJM) Dr. Erwin Permana berujar, yang ada sekarang adalah generasi cemas.

"Bukan generasi emas, justru yang ada di dalam masyarakat sekarang adalah generasi cemas," ujarnya dalam Kabar Petang: Generasi Emas 2045, Apa Bisa Tercapai Kalau Kampus & Rakyat Tak Bergerak? Di kanal YouTube Khilafah News, Minggu (24/3/2024).

Ia lantas mempertanyakan, bagaimana nasib generasi tahun 2045 nanti, ketika hari ini distribusi tanah kepemilikan lahan itu sangat tidak merata?

"Satu perusahaan Indonesia saja, Sinar Mas, itu menguasai 3 juta hektare lebih lahan," ucapnya mencontohkan.

Sedangkan lanjut Erwin, generasi anak-anak muda sekarang, jangankan anak mudanya orang tuanya saja susah untuk mendapatkan sebidang tanah.

"Itu orang tuanya loh ya! Belum anaknya, belum cucunya nanti. Jadi, anak generasi sebut misal Gen Z sekarang ini, usia kisaran antara 18-25 tahun, bapaknya usia 40-50 tahun, banyak kan yang seusia segitu yang belum memiliki tanah, belum memiliki rumah, masih ngontrak gitu. Kenapa? karena begitu eksklusifnya kepemilikian lahan" ungkap Erwin.

Ia pun menegaskan, kalau lahan sudah dikuasai segelintir orang (kapitalis), bagaimana masyarakat dan generasi tidak cemas?

"Mereka tidak memiliki tempat tinggal yang tetap, yang permanen. Yang sekali waktu bisa saja diusir, bisa saja digusur," ucapnya prihatin.

Belum lagi, kata Erwin, kualitas pendidikan, lapangan pekerjaan dan keadilan hukum yang tidak ada kepastian, sekarang ini masyarakat justru berada di jalan kecemasan.

"Enggak tahu 2045 ini, bagaimana nasib kita," ucapnya.

Sementara itu, mengenai generasi dan visi Indonesia emas, Erwin berpendapat bahwa masyarakat seharusnya bergerak untuk mewujudkan hal itu.

"Sebagai warga negara, nah ini harus bergerak sehingga Indonesia emas itu terwujud," gugahnya.

Emas itu, kata Erwin, akan menjadi emas kalau memang ditempa. Ada proses penempaan, ada proses peleburan biji emas, sehingga kemudian terbentuk emas.

"Emas yang diambil dari dalam perut bumi itu dikeluarkan melalui sekian banyak proses, sehingga yang tersisa adalah emas-emas yang murni. Itu prosesnya tidak mudah, tidak ringan, ada proses perjuangan," jelasnya menganalogikan.

Begitulah, menurutnya, kalau ingin merubah Indonesia cemas hari ini menuju Indonesia emas."Ada proses-proses seperti itu. Harus bergerak, malah mungkin tidak cukup hanya sebatas pergerakan. Kita harus berlari, harus senantiasa menyiapkan setiap pori-pori tubuh kita untuk lebih waspada dengan kondisi seperti sekarang ini" gugahnya.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan, minimum kita harus bergerak. Bergerak menuntut ilmu agama (mengaji) dan berdakwah memahamkan Islam (sebagai agama dan solusi sistem kehidupan) kepada generasi-generasi milenial ini.

"Membuka mata mereka, bahwa sejatinya fakta kerusakan yang ada adalah akibat tata penyelenggaraan negara yang buruk yang bersumber dari sistem buruk sekuler demokrasi yang ternyata selama ini tidak membawa kebaikan apapun terhadap masyarakat. Membuat kehidupannya jauh dari kata ideal," pungkasnya. [] Muhar

Inilah Hal Sangat Penting yang Harus Dipahami Manusia

Inilah Hal Sangat Penting yang Harus Dipahami Manusia

Tsaqofatuna.id-Ulama Aswaja KH. Rokhmat S. Labib terangkan hal sangat penting yang harus dipahami manusia.

"Inilah sebenarnya hal sangat penting yang harus dipahami oleh manusia, bahwa ketika dia hidup (diciptakan), Allah akan memberikan ibtila (ujian) bagi dirinya," terangnya dalam tausyiah Mutiara Ramadan: Hidup Adalah Ujian, di kanal YouTube Khilafah Channel Reborn, Minggu (17/3/2024). Lebih lanjut Kiai Rokhmat menjelaskan, banyak orang yang gagal dalam hidupnya dan tentu saja gagal di akhirat kelak ketika tidak memahami bahwa hidup ini adalah ujian.

"Dalam Surat al-Insan ayat 2 Allah Swt. menegaskan, اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat," kutipnya.

Kiai Rokhmat juga menyampaikan bahwa bentuk ibtila atau ujian yang akan diberikan kepada manusia itu adalah berupa taklif-taklif (beban) hukum.

"Allah Swt. memberikan perintah-perintah, memberikan larangan-larangan. Itulah ujian yang diberikan kepada manusia," terangnya lagi.

Ia pun menegaskan, ketika hal ini tidak dipahami, lanjutnya, maka perintah dan larangan Allah itu akan dianggap bukanlah sesuatu masalah (yang sangat penting).

Padahal menurutnya, disitulah sebenarnya letak kunci hidup manusia. Mereka diciptakan Allah Swt. untuk menjalani ujian (perintah dan larangan).

"Ketika dia kerjakan niscaya dia akan lulus, ketika dia tinggalkan (jauhkan) maka dia akan mendapatkan dosa," pungkasnya. [] Muhar

MMC Ungkap Perihal ittiba' Kepada Rasulullah Ketika Ramadhan

MMC Ungkap Perihal ittiba' Kepada Rasulullah Ketika Ramadhan

Tsaqofatuna.id-Narator Muslimah Media Center (MMC) mengungkap perihal ittiba' (mengikuti) kepada Rasulullah Saw. ketika momen Ramadhan.

"Jika kita ittiba' mengikut Rasulullah, maka sudah seharusnya Ramadhan kita gunakan untuk melakukan aktivitas mulia, yaitu dakwah ilal IsIam dalam upaya menegakkan Islam, agar kalimat Allah Swt. menjadi tinggi dan mulia, dan itu telah dicontohkan Rasulullah Saw.," ujarnya dalam tayangan One Minute Booster Extra: Bulan Ramadhan, Momentum Dakwah Meraih Kemenangan Islam, di kanal YouTube MMC, Selasa (12/3/3024).

Akitivitas itu, lanjut Narator, lebih spesifiknya adalah dakwah di dalam mengembalikan kembali kehidupan Islam yang pernah dibangun oleh Rasulullah Saw.

Narator melanjutkan, jika sekarang umat Islam hanya memaknai Ramadhan dengan puasa dan shalat taraweh, maka ini jelas bertentangan dengan amal Rasulullah Saw. dan para Sahabat yang telah menjadikan Ramadhan sebagai bulan perjuangan yang melibatkan aktivitas fisik dan pemikiran.

Ia juga mengungkapkan, Ramadhan bukanlah bulan untuk menurunkan kadar aktivitas fisik dan pemikiran, termasuk amal dakwah.

"Sebagaimana kita ketahui, Rasulullah Saw. tidak hanya melakukan puasa di bulan Ramadhan, tetapi juga melakukan aktivitas fisik dan pemikiran dengan kadar yang sangat besar, yaitu melakukan berbagai aktivitas jihad atau penaklukan yang sangat penting di dalam sejarah Islam," ucapnya. Ramadhan, tegas Narator, bahkan dijadikan sebagai momentum penting oleh Rasulullah Saw.

"Tidakkah kita mengetahui bahwa Ramadhan adalah bulan di mana Rasulullah dan para sahabat menaklukkan kota suci Mekkah pada tahun 9 Hijriah? Tidak kah kita mengetahui bahwa Rasulullah juga memenangkan perang Badar dan Hunain di bulan mulia ini?" tanyanya mengingatkan.

Narator menjelaskan, ramadhan adalah bulan mulia untuk melaksanakan kewajiban dan menyambut janji Allah Swt.

Ia lantas menyatakan bahwa umat Islam hari ini hidup dalam keadaan terpuruk akibat tidak diterapkannya aturan Islam di dalam kehidupan.

"Umat Islam telah kehilangan perisainya, yakni negara yang menerapkan Islam kaffah," ujarnya. 

Ia kemudian mengingatkan, para pengemban dakwah yang telah mengazamkan diri menapaki jalan perjuangan, seharusnya terus semangat untuk selalu terlibat dalam aktivitas dakwah pemikiran hingga akhir hayat.

"Kesabaran dan keistiqomahanharus menyertai perjalanan dakwah pengemban dakwah," gugahnya.

Para pengeman dakwah, kata Narator, juga harus lantang menyuarakan tanpa takut celaan dan hinaan, sebab kebenaran Islam harus tetap disampaikan meskipun framing jahat terhadap perjuangan menegakkan hukum Allah dalam bingkai negara semakin menjadi-jadi.

"Semoga di bulan penuh berkah ini para pengemban dakwah semakin teguh di dalam dakwah yg mengikuti metode Rasulullah Saw. dan akan diberi kemenangan oleh Allah, sehingga kita bisa membebaskan saudara kita di Palestina," pungkasnya.[] Muhar

Cara Kapitalisme Mengurangi Utang Negara Adalah Menaikan Pajak

Penderitaan Wanita-wanita Palestina Dimulai Ketika Kaum Muslimin Dipimpin Kapitalisme

Tsaqofatuna.id-Menanggapi rencana kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN), Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardana menyatakan bahwa cara pandang kapitalisme mengurangi utang negara adalah dengan menaikan tarif pajak.

"Menurut cara pandang Kapitalisme, cara terbaik mengurangi utang yang sudah segunung itu adalah dengan menaikkan tarif pajak atau mencari apa saja yang bisa dikenai tarif pajak," ujarnya dalam program Aspirasi: Naik Pajak Timbulkan Gejolak? Di kanal YouTube Justice Monitor, Selasa (12/3/2024).

Agung melanjutkan, setiap negara yang menganut ideologi Kapitalisme pasti memungut pajak dari rakyat. Juga berlaku bagi Indonesia yang notabene menerapkan sistem kapitalisme.

"Bahkan, rakyat akan dikejar pajak hingga pemasukan negara bertambah," imbuhnya.

Ia mengingatkan, utang Republik Indonesia (RI) hingga November 2023 telah mencapai Rp8.041 triliun. Pandangan Kapitalisme untuk bisa lunas jika pembayarannya dibebankan kepada penduduk Indonesia.

"Jika kita kalkulasi, per orang menanggung utang negara sebesar kurang lebih Rp28 juta," sebutnya.

Alhasil, Agung pun menilai, siapapun pemimpinnya kenaikan tarif pajak di era kapitalisme ini adalah kebijakan yang pasti terjadi.

"Kalaulah (tarif PPN) tidak naik, kenaikannya akan beralih pada sektor lain yang sekiranya bisa menambah pendapatan negara. Ini karena dalam sistem kapitalisme pajak merupakan pendapatan (pokok) negara," tandasnya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan naik menjadi 12 persen pada tahun 2025.Hal itu akan dibahas lebih lanjut dan dilaksanakan oleh pemerintahan selanjutnya.

Adapun kenaikan PPN menjadi 12 persen merupakan salah satu rencana penyesuaian pajak pemerintah yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). [] Muhar

Penderitaan Wanita-wanita Palestina Dimulai Ketika Kaum Muslimin Dipimpin Kapitalisme

Penderitaan Wanita-wanita Palestina Dimulai Ketika Kaum Muslimin Dipimpin Kapitalisme

Tsaqofatuna.id Menyoroti hari perempuan Internasional, Narator Muslimah Media Center (MMC) menyatakan, penderitaan wanita-wanita Palestina dimulai ketika kaum Muslimin dipimpin oleh kapitalisme.

"Sungguh, wanita-wanita di Gaza Palestina telah mengalami penderitaan yang amat mengerikan akibat penjajahan Zionis. Dan penderitaan ini telah mereka alami lebih dari 70 tahun. Penderitaan ini dimulai ketika kaum Muslimin dipimpin oleh sistem kehidupan bernama sekulerisme kapitalisme," ujarnya dalam program Serba-serbi: Derita Wanita Gaza Makin Mendalam, Akibat Ketiadaan Junnah (Perisai), di kanal YouTube MMC, Minggu (10/3/2024).

Narator menjelaskan, hal tersebut ditandai dengan adanya perjanjian Balfour yang menjadi cikal bakal invasi Zionis ke Palestina, yang dikeluarkan oleh Inggris selaku negara pengemban sekulerisme kapitalisme.

"Perjanjian Balfour telah dipandang sebagai salah satu peristiwa yang mempercepat terjadinya peristiwa Nakba, yakni pembersihan kaum Muslimin Palestina pada Tahun 1948 dan penjajahan yang dilakukan oleh Zionis kala itu (pasca runtuhnya Khilafah)," jelasnya.

Kelompok bersenjata Zionis yang dilatih oleh Inggris, lanjutnya, secara paksa mengusir lebih dari 750.000 warga Palestina dari tanah air mereka.

"Tentu dari mereka pasti ada wanita yang menjadi korban," tandasnya.

Bahkan, Narator mengungkapkan, hingga saat ini entitas Zionis dipelihara sebagai 'golden boy' (anak emas) untuk Amerika. "Negara pemegang ideologi kapitalisme saat ini," ucapnya.

Narator pun menuturkan bahwa pada hari perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret lalu, kementerian kesehatan Gaza telah mengumumkan, ada sebanyak 60.000 wanita hamil di Jalur Gaza yang menderita kekurangan gizi dan dehidrasi akibat penjajahan Zionis.

"Bahkan yang lebih menyedihkan, 9.000 wanita Palestina meninggal di Jalur Gaza sejak agresi penjajah Zionis, 7 Oktober 2023," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, kementerian kesehatan Gaza juga mengungkapkan, ada sekitar 49% populasi di Jalur Gaza yang sebagian besar dalam usia subur, dengan sekitar 5000 wanita melahirkan setiap bulan dalam kondisi yang sulit, tidak aman dan tidak sehat akibat penembakan dan pengungsian.

Narator lantas menegaskan, inilah gambaran tata kehidupan kapitalisme yang hanya membawa keburukan.

"Bahkan merendahkan serta menyebabkan kedukaan mendalam bagi kaum Muslimin," tegasnya.

Maka, terang Narator, benarlah apa yang dinyatakan Imam Ahmad rahimahullah dalam riwayat Muhammad bin Auf bin Sufyan al-Hamshi.

"Akan terjadi fitnah atau kekacauan jika tidak ada seorang Imam atau Khalifah yang mengurusi urusan manusia (al-Qadhi Abu Ya'la al-Farra', Ahkamus Sulthaniyah, halaman 23)," kutip Narator memungkasi. [] Muhar

IJM: Dalam Demokrasi , Artis Dimanfaatkan Parpol untuk Mendulang Suara

IJM: Dalam Demokrasi , Artis Dimanfaatkan Parpol untuk Mendulang Suara

Tsaqofatuna.id - Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardana mengungkapkan bahwa dalam demokrasi artis dimanfaatkan partai politik (parpol) untuk mendulang suara.

"Fenomena artis 'nyaleg', maju dalam kontestasi calon legislatif (caleg) merupakan simbiosis mutualisme, bahwa berbondong-bondongnya para pesohor itu dimanfaatkan partai untuk mendulang suara," ujarnya dalam program Aspirasi: Artis - Artis Semakin Jadi Harapan Cerah Wong Cilik? Di Kanal YouTube Justice Monitor, Ahad (10/3/2024).

Fenomena ini, menurut Agung, menjadi alarm bagi negeri ini bahwa siapapun dapat menjadi caleg atau wakil rakyat.

"Tidak perlu memiliki keahlian atau pendidikan khusus di bidang politik atau paham tentang dunia politik, enggak perlu! Cukup punya ketenaran, mereka sudah bisa menjadi anggota parpol," ungkapnya.

Untuk menjadi anggota parpol pun, sambungnya, juga tidak banyak kualifikasi tertentu yang harus mereka penuhi. Hanya membutuhkan KTA (Kartu Tanda Anggota) untuk menjadi anggota parpol. Karena dalam sistem demokrasi, politik hanyalah tentang meraih kekuasaan.

"Mereka akan ramai berpolitik ketika sudah dekat dengan waktu pemilihan. Namun setelah pemilihan selesai, mereka diam melihat kebijakan yang menyengsarakan rakyat, bahkan malah mendukung menyusun kebijakan," sesalnya.

Ia lantas memandang, bisa dibayangkan jika para artis yang biasa bermain sesuai skenario, ketika duduk sebagai anggota dewan, maka itu berpotensi tetap memainkan perannya sesuai skenario yang ditetapkan oleh partai atau ketua partai.

"Atau ditetapkan oleh pihak-pihak lain yang memang men-setting untuk membuat skenario parpol," ucapnya.

Padahal, kata Agung, belum tentu para pesohor dari kalangan artis itu dapat memahami dan mewakili masyarakat, karena sebelumnya mungkin mereka tidak terjun ke bawah, tidak paham dunia politik dan tidak paham bagaimana menyusun kebijakan, ini tentu problem.

"Bisa kita bayangkan, apabila yang membuat aturan adalah para pesohor dari kalangan artis yang tidak memahami kebutuhan rakyat, belum paham masalah politik, juga tidak mengerti agama," ucap Agung penuh kekhawatiran.

Agung pun menandaskan, begitulah demokrasi, apapun bisa dilakukan asalkan sesuai keinginan mendapat suara terbanyak bagi parpol.

Ia juga menambahkan, di antara para artis itu mungkin ada yang punya kemampuan berpolitik. Tetapi, kata Agung, ketika berhasil duduk di kursi dewan nyatanya tidak membawa perubahan yang signifikan bagi rakyat Indonesia.

"Hingga kini banyak rakyat masih dalam kesulitan. Mereka terpaksa mengikuti aturan yang dibuat anggota dewan meski keputusan itu justru menzalimi rakyat, seperti misalnya undang-undang omnibus law, kenaikan pajak, penghapusan subsidi dan lain sebagainya," bebernya.

"Pertanyaannya, mungkinkah mereka akan seenaknya membuat aturan? Sangat mungkin itu terjadi, ujarnya memungkasi. [] Muhar

Ciri Sebuah Negara Hukum Menjadi Negara Kekuasaan

Ciri Sebuah Negara Hukum Menjadi Negara Kekuasaan

Tsaqofatuna.id - Menyoroti masalah politik di Indonesia tahun 2023, Cendekiawan Muslim Ustadz Ismail Yusanto (UIY) menjelaskan bahwa ciri sebuah negara hukum bisa menjadi negara kekuasaan.

“Ciri sebuah negara hukum menjadi negara kekuasaan adalah ketika kekuasaan mengatur hukum, semestinya kekuasaan diatur oleh hukum,” ungkapnya di Focus To The Point: Rezim Tanpa Oposisi, di kanal Youtube UIY Official Channel, Senin (15/1/2024).

Pergeseran politik secara fundamental ini, lanjutnya, sering juga disampaikan oleh pengamat dan kritikus bahwa penguasa membuat hukum demi menguntungkan diri mereka sendiri, senada dengan pemikiran politikus Italia Niccolò Machiavelli.

“Kalau kita membaca poin-poin penting dari il princiipe (buku karya Machiavelli) di sana disebut, taatilah hukum sepanjang itu menguatkan kekuasaanmu. Jika hukum menghambat atau mengurangi kekuasaanmu maka ubah atau ganti hukum itu,” jelasnya.

Ia mencontohkan, perubahan hukum konstitusi demi kepntingan kekuasaan dalam syarat batas usia calon presiden menjadi 40 tahun, menunjukkan kuatnya pengaruh kekuasaan yang menjadikan antara teori dan praktek berbeda.

“Hukum dalam teorinya dibuat wakil rakyat, maka akan bekerja sesuai aspirasi rakyat. Tapi dalam faktanya tidak begitu. Menjadi wakil rakyat,tetapi dia di bawah kendali partai, partai dibawah kendali pimpinan partai, pimpinan partai pada faktanya kemudian di bawah kendali kekuasaan,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu

Pernyataan Senator Bali, UIY: Mengandung Dua Masalah

Pernyataan  Senator Bali, UIY: Mengandung Dua Masalah

Tsaqofatuna.id - Pernyataan kontrofersi senator Bali Arya Wedakarna tentang Middle East, Cendekiawan Muslim Ustadz Ismail Yusanto (UIY) menyatakan bahwa hal tersebut mengandung dua masalah.

“Dan itu mengandung dua masalah, yang pertama dia mempermaslahkan Islamnya, kedua, mengidentifikasi Islam sebagai Middle East,” ujarnya dalam Focus To The Point: Menyerang Islam Atas Nama Budaya? Di kanal Youtube UIY Official, Senin (8/1/2024).

Sementara itu, lanjutnya, tidak pernah mempermasalahkan Western. Ini menunjukkan adanya Islamopbobik, dalam Al-Qur’an disebut fii sudurihim akbar (yang di dalam hatinya itu lebih besar lagi) kebencian itu.

“Ini kurang lebih sama dengan apa yang terus terjadi di sejumlah negara Barat yang mereka mempermasalahkan burdah, kerudung dan gamis, seperti di Prancis misalnya,” ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan, pernyataan posisi penyambut tamu (frontliner) agar tidak wanita berhijab semata-mata muncul dari ketidaksukaan, karena dari sisi pelaksanaan tugas sama sekali tidak ada pengaruh yang signifikasi antara berkerudung dengan yang tidak.

“Banyak sekali budaya barat yang masuk pada food, fashion, fun, orang tidak pernah bicara tentang Western. Tapi kenapa giliran sesuatu yang merupakan bagian dari ajaran Islam buru-buru dikatakan itu Middle East?” tandasnya. []Lukman Indra Bayu