Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan

Makna Kebahagiaan Ideologi Kapitalisme Adalah Meraih Keuntungan Materi

Makna Kebahagiaan Ideologi Kapitalisme Adalah Meraih Keuntungan Materia

Tsaqofatuna.id - Aktivis Dakwah Ustadzah Nikmah Mu'awanah dari Muslimah Media Center (MMC) menyatakan, makna kebahagiaan dalam pandangan hidup (ideologi) kapitalisme adalah meraih keuntungan materi yang sebesar-besarnya.

"Asas kapitalisme adalah memisahkan aturan agama dari kehidupan. Makna kebahagiaannya meraih keuntungan sebesar-besarnya," ujarnya dalam program Blusukan Kru MMC: [Bojonegoro] Emak-emak Hidup dalam Bayang-bayang Utang dengan Bunga Selangit, pada Minggu (19/5/2024), di kanal YouTube Cahaya Islam TV.

Karena itu, kata Nikmah, tak heran jika kehidupan masyarakat yang bersistem ekonomi Kapitalisme tidak bisa dilepaskan dari transaksi-transaksi atau akad-akad yang batil.

"Tak mengenal konsep halal dan haram sebab terpisahnya aturan agama dari kehidupan. Wajar, jika ada riba atau bunga dalam akad utang piutang," jelasnya.

Nikmah mencontohkan, fenomena persoalan utang berbunga yang terjadi pada masyarakat hari ini yang sudah dianggap biasa. Menurutnya, banyaknya emak-emak yang terlilit utang bahkan terjerat pinjol (pinjaman online) ilegal juga karena tidak bisa dilepaskan akibat dari kapitalisme.

"Ini akibat ulah yang dilakukan para pengusaha berotak kapitalis dalam mencari peluang investasi melalui pinjol," sebutnya.

Ia pun menerangkan bahwa hal itu terjadi karena pemerintah Indonesia hanya menilai dampak buruk pinjol semata-mata akibat maraknya pinjol yang ilegal.

Dari penilaian itu, akhirnya lanjut Nikmah, upaya yang dilakukan pemerintah pun hanya menutup praktik pinjol ilegal. Sedangkan, masyarakatnya tetap dianjurkan untuk memanfaatkan pinjol yang legal.

"Padahal yang menjadi masalah bukan praktik pinjol ilegal dan yang legal. Namun, masalah sebenarnya adalah adanya praktik ribawi pada keduanya," terangnya.

Nikmah lantas menegaskan, begitulah ketika sebuah negara menganut ideologi kapitalisme.”Praktik apapun sah-sah saja asalkan mendapat keuntungan besar," pungkasnya. [] Muhar.

5 Ketentuan Toleransi Dalam Islam

5 Ketentuan Toleransi Dalam Islam

Tsaqofatuna.id - Direktur Rumah Inspirasi Perubahan Ustadz Indra Fakhruddin mengatakan bahwa Islam telah memberikan ketentuan yang jelas terkait toleransi terhadap orang kafir.

"Islam memberikan satu ketentuan yang sebenarnya sangat jelas tentang bagaimana toleransi terhadap orang kafir ini harus dilakukan," ujarnya dalam Bedah Buletin Dakwah Kaffah Edisi 324: Meneguhankan Iman Dan Identitas Islam, Jum'at (22/12/2023), di kanal YouTube Rumah Inspirasi Perubahan.

Ustadz Indra mengatakan pertama, toleransi dengan orang kafir tidak boleh mengurangi keyakinan Islam sebagai satu-satunya agama yang benar (yang lain salah) dan satu-satunya jalan keselamatan di Akhirat (yang lain tidak).

"Ini dalam konteks keimanan kita, meneguhkan keislaman kita, bahwa Toleransi dengan orang kafir tidak boleh sampai mencederai keimana kita kepada islam, bahwa Islam ini adalah satu satunya agama yang benar, dalam surat QS. Ali Imron ayat 19

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِ سْلَا مُ ۗ

Artinya: Sungguh agama yang diakui oleh Allah hanyalah Islam," tuturnya.

Kedua, ustadz Indra menjelaskan bahwa toleransi tidak boleh mengurangi keyakinan bahwa penerapan syariah secara kaaffah akan memberikan rahmat bagi seluruh umat manusia (Muslim dan non-Muslim).

“Dalam surat QS. al-Anbiya ayat 107:

وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ

Artinya: Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam,"ujarnya.

Ketiga, ustadz Indra menerangkan toleransi tidak boleh mengurangi semangat dakwah mengajak non-Muslim masuk Islam. Allah SWT telah menjelaskan dalam surat an-Nahl ayat 125.

"Jangan sampai Toleransi yang kita pahami itu malah kebablasen, sehingga saking dimaknai toleransi kita tidak boleh atau bahkan terhalang halangi untuk mengajak, untuk dakwah, khususnya adalah orang non muslim untuk masuk kedalam Islam," terangnya.

Keempat, ia mengatakan Toleransi dilakukan dengan tidak memaksa non-Muslim untuk meyakini Islam. Mereka cukup didakwahi atau diajak masuk Islam. Jika menolak, mereka dibiarkan memeluk agama yang mereka yakini, termaktub dalam surat al-Baqarah ayat 256.

"Dalam konteks ayat ini adalah ditujukan kepada orang orang non muslim, orang kafir, tidak ada paksaan mereka untuk memeluk kepada Islam," jelasnya.

Kelima, ustadz Indra menjelaskan Islam membolehkan bermuamalah dengan non-Muslim dan Islam pun juga memerintahkan agar berbuat baik dan berlaku adil terhadap non-Muslim.

Ia kemudian mengutip QS. al-Mumtahanah ayat 8 :

لَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَا تِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَا رِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَ تُقْسِطُوْۤا اِلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Artinya: "Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil"

"Toleransi dalam konteks Islam ini bukan partisipasi, karena Rasulullah saw. dengan tegas menolak melakukan toleransi dalam bentuk terlibat apalagi mengamalkan ajaran agama lain,"pungkasnya.[] Islamsyah

Sikap Penguasa Arab Untuk Palestina, Ustaz Su'ud Ashari: Sangat Menyayat Hati Kaum Muslim

Sikap Penguasa Arab Untuk Palestina, Ustaz Su'ud Ashari: Sangat Menyayat Hati Kaum Muslim

Tsaqofatuna.id - Menanggapi sikap pengecut para penguasa Arab dan Mesir terhadap genosida yang di Palestina, Pengasuh Majelis Taklim Bengkel Panahan Ustadz Su'ud Ashari mengatakan bahwasanya sikap tersebut sangat menyayat hati kaum muslim. "Namun yang sangat menyayat hati kaum muslim adalah sikap pengecut daripada penguasa negeri- negeri yang berdampingan dengan negeri Palestina, Arab dan Mesir," ujarnya dalam Multaqo' Ulama Aswaja 1445h: Penghalang Kita Adalah Tembok Gaza Dan Ashobiyah Nasionalisme, Selasa (28/11/2023), di kanal YouTube NgajiproID.

Sikap diam dengan tidak mengirimkan pasukan untuk membanntu perjuangan Rakyat Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi,katanya, itulah sikap pengecut, kepedulian hanya sebatas mengutuk. Para penguasa muslim tersebut memiliki kekuasaan, kekuatan dan pasukan namun tidak bisa mengirim pasukan untuk mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina.

"Apalah arti semua itu jika hanya untuk dipamerkan, sementara saudaranya tertindas di biarkan, seakan tuli, seakan bisu, seolah tidak pernah mendengar bahwa saudara Muslim itu harus dibela, bahwa umat Islam itu harus lindungi dari musuh-musuhnya,” ujarnya.

Rasulullah ﷺ bersabda, lanjutnya, sesama orang Mukmin itu adalah saudara, bagikan satu tubuh jika salah satu angota tubuh merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya. Ketidak pedulian itu bukan tanpa sebab, adanya konsep Nation State atau negara bangsa yang sengaja dibuat penjajah inilah yang menjadi indikatornya, sebagai alat pemecah-belah Umat.

“Untuk itu, jika kita ingin bersatu maka kita harus melepas sekat-sekat nasionalisme buang jauh-jauh dan kita kembali pada Islam di bawah naungan Khilafah Ala Minhaji Nubuah dengan Khilafah maka Islam di seluruh dunia akan bersatu,” tandasnya.[]Lukman Indra Bayu

Tidak Ada Ajaran Terorisme Dalam Islam, Justru Munculnya Terorisme Dari Orang-orang Kafir

Tidak Ada Ajaran Terorisme Dalam Islam, Justru Munculnya Terorisme Dari Orang-orang Kafir

Tsaqofatuna.id - Menangggapi adanya upaya mendiskreditkan para pejuang di Gaza Palestina sebagai teroris, Gus Tuhu Pengasuh Majelis Taklim mengukapkan bahwa tidak ada dalam Islam ajaran terorisme justru muncul dari orang-orang Kafir.

“Kalau kita berbicara terorisme, di dalam Islam sama sekali tidak ada ajaran teroris itu, tidak ada terorisme. Fakta yang sesungguhnya, justru yang terjadi terorisme itu munculnya dari orang-orang Kafir,” ungkapnya dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Probolinggo: Penghalang Kita Adalah Tembok Gaza Dan Ashobiyah Nasionalisme, Selasa (28/11/2023), di Kanal YouTube NgajiPro ID.

“Kalau dicatatan PBB, Hamas dimasukkan sebagai organisasi teroris. Tapi itu tidak mengherankan, Kenapa? Karena yang mengesahkan mensetujui tegaknya negara Yahudi itu ya PBB,” imbuhnya.

Karena menurutya, ketidakjujuran Barat dalam pelebelan terorisme hanya diberikan kepada umat Islam yang sebenarnya hanya membela tanah air nya. Padahal menurut penelitian pakar-pakar terorisme ada namanya state terrorism (terorisme negara), seperti halnya Amerika yang meluluhlantakkan Irak, Afganistan dan Vietnam, begitu juga yang dilakukan oleh Zionis Yahudi di Gaza Palestina saat ini.

“Memborbadir di daerah Gaza gambaran dari state terrorism, itu negara yang memunculkan, kalau itu mereka menyebut negara, memunculkan ketakutan pada orang-orang sipil. Bahkan menurut peraturan yang mereka buat sendiri, Palang Merah bagian-bagian kesehatan orang-orang sipil yang membantu orang-orang yang lemah, tidak boleh dibunuh, ada ambulans berisi ibu-ibu anak-anak orang sakit dihabisi oleh tentara Zionis Yahudi,” ungkapnya.

“Masih banyak lagi fakta-fakta yang menunjukkan bahwa Zionis Yahudi itu sesungguhnya apa yang mereka lakukan sesungguhnya adalah gambaran dari terorisme negara karena mereka menimbulkan ketakutan-ketakutan,” tandasnya.[]Lukman Indra Bayu

Menghilangkan Penjajahan Zionis Yahudi di Palestina Sebagai Tuntutan Syar’i dan Juga Amanat UUD 45

Menghilangkan Penjajahan Zionis Yahudi di Palestina Sebagai Tuntutan Syar’i dan Juga Amanat UUD 45

Tsaqofatuna.id - Penjajahan yang dilakukan Zionis Yahudi di Palestina harus dihilangkan karena menurut Kyai Mas Ikhwan Afandi Pengasuh Majelis Taklim Riyadul Jannah Probolinggo itu merupakan tuntutan Syar’i dan juga amanat UUD 1945.

“Menghilangkan penjajahan Zionis Yahudi di Palestina tersebut, ini merupakan tuntutan syari dari Al-Qur'an As- Sunah dari ajaran-ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan juga ini merupakan sesuatu yang ada di undang-undang dasar, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itulah hak segala bangsa,” ungkapnya dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Probolinggo: Penghalang Kita Adalah Tembok Gaza Dan Ashobiyah Nasionalisme, Selasa (28/11/2023), di Kanal YouTube NgajiPro ID.

Oleh karena itu, lanjutnya, para pemimpin khususnya di Indonesia untuk segera mengirimkan pasukannya demi memabantu para pejuang Palestina membebaskan tanah airnya dari cengkraman penjajah Yahudi, tidak cukup dengan kecaman, tulisan ataupun boikot.

“Ketika seorang Presiden Muslim itu mengirimkan pasukannya ke sana (Palestina) maka orang-orang yang ada di bawah pemimpin ini Insyaallah akan berangkat ,Insyaallah TNI kalau dikirimkan ke sana pasti akan berangkat,” ujarnya.

“Oleh karena itu kita menyeru para ulama di sini berkumpul mengingatkan para pemerintah agar bisa membantu saudara-saudara kita di Palestina sehingga penjajahan-penjajahan di atas dunia itu bisa dihapuskan,” pungkasnya.[]Lukman Indra Bayu

Mendukung Tindakan Genosida Kaum Yahudi? Ustadz Indra Fakhruddin: Tidak Waras

Mendukung Tindakan  Genosida Kaum Yahudi? Ustadz Indra Fakhruddin: Tidak Waras

Tsaqofatuna.id - Menanggapi tentang para pendukung dan membenarkan tindakan genosida kaum Yahudi di Gaza Palestina, Direktur Rumah Inspirasi Perubahan Probolinggo Ustadz Indra Fakhruddin mengatakan, hanya orang yang tidak waras saja yang melakukannya.

"Hanya orang biadab dan tidak waras saja yang mendukung dan membenarkan tindakan genosida kaum Yahudi," ujarnya dalam Bedah Buletin Dakwah Kaffah Edisi 321: Haram Membela Kebiadaban Yahudi, Jum'at (01/12/2023), di kanal YouTube Rumah Inspirasi Perubahan.

Ia pun menjelaskan bahwa sangat mengherankan jika di Tanah Air bermunculan orang-orang dan kelompok-kelompok yang membela kebiadaban entitas Yahudi. Dan memberikan tuduhan keji terhadap para pejuang Islam HAMMAS sebagai kelompok teroris.

“Hal ini ia ada dari QS HUD Ayat 113:

وَلَا تَرْكَنُوْۤا اِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ ۙ وَمَا لَـكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ

Artinya: Janganlah kalian cenderung kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api neraka. Sekali-kali kalian tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kalian tidak akan diberi pertolongan,” jelasnya.

Ustadz Indra kemudian menyerukan kaum muslimin untuk tidak boleh percaya begitu saja terhadap kaum Yahudi yang mempunyai tabiat pengkhianat dan perusak perjanjian.

"Janganlah Anda percaya dengan negara-negara Barat yang mensponsori eksistensi negara teroris Yahudi ini, dalam surat QS Al Maidah ayat 51:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَا لنَّصٰرٰۤى اَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِ نَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil kaum Yahudi dan Nasrani menjadi para pemimpin (kalian), Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain,” ungkapnya.

Ia kemudian melanjutkan bahwa sudah saatnya umat Islam bersatu untuk membebaskan Palestina dari agresor Yahudi.

"Saatnya kita menghapuskan sekat-sekat nasionalisme, lalu melebur dalam ukhuwah islamiyah di bawah naungan Khilafah sebagai junnah, sebagai perisai yang akan melindungi umat Islam," pungkasnya [] Islamsyah

Ikatan Nasionalisme Membutakan Para Penguasa Muslimin dari Kezaliman Zionis Yahudi

Ikatan Nasionalisme Membutakan Para Penguasa Muslimin dari Kezaliman Zionis Yahudi

Tsaqofatuna.id - Menanggapi sikap para Penguasa Muslimin di dunia yang diam terhadap kekejaman Zionis Yahudi dii Gaza Palestina, Ustaz Ismail Pengasuh Majelis Taklim Ma’anil Qur’an Probolinggo menyatakan, adanya ikatan Nasionalisme membuat buta para penguasa Muslim dari kezaliman Zionis Yahudi.

“Ikatan Nasionalisme membuat mereka (para penguasa Muslimin) itu buta dari kezaliman pembunuhan yang dilakukan oleh orang Yahudi,” ujarnya dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Tapall Kuda Probolinggo: Penghalang Kita Adalah Tembok Gaza Dan Ashobiyah Nasionalisme, Selasa (28/11/2023), di Kanal YouTube NgajiPro ID.

Karena menurutnya, sikap diam karena hanya mampu mengirimkan bantuan logistik, obat-obatan saja, sebagai penguasa sangat mampu untuk mengirimkan pasukan untuk membantu saudara-saudara Muslimin di Gaza. Cara memecah belah kaum Muslimin dengan memunculkan semangat Nasionalisme ini sudah digunakam penjajah sejak dahulu kala.

“Negara-negara kebangsaan itu seakan-akan menganggap ini adalah permasalahan Palestina bukan permasalahan negeri kami. Sikap yang seperti itulah yang diinginkan oleh penjajah, sehingga munculnya Nation state,” tuturnya.

Genosida yang dilakukan Zionis Yahudi, lanjutnya, dengan melakukan pengeboman yang membabi-buta yang menelan korban 15 ribu jiwa sejak 7 Oktober lalu mebuat miris sejarah kemanusian. Nyawa manusia seakan-akan tidak ada nilainya, padahal nyawa 1 orang Muslim lebih berharga daripada hancurnya dunia.

“Padahal nabi mengatakan dalam haditsnya :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لزوال الدنيا أهون على الله عز وجل من سفك دم مسلم بغير حق. وروي بلفظ : لهدم الكعبة حجرا حجرا أهون من قتل مسلم.

“Hancurnya dunia lebih ringan bagi Allah dibandingkan dengan mengalirnya darah seorang muslim tanpa haq. Dalam riwayat lain dengan lafadz yang berbeda: hancurnya bangunan Ka'bah sedikit demi sedikit lebih ringan dari pada terbunuhnya seorang muslim”

Hadits diatas menegaskan bagi kita , betapa berharganya nyawa seorang muslim, bagaimana dengan 15 ribu nyawa yang melayang dalam waktu kurang dari dua bulan,” pungkasnya.[]Lukman Indra Bayu

Menyoal Nasionalisme, Gus Tuhu: Lemah Sebagaimana Sarang Laba-laba

Menyoal Nasionalisme, Gus Tuhu: Lemah Sebagaimana Sarang Laba-laba

Tsaqofatuna.id - Mengungkapkan persoalan Nasionalisme, Gus Tuhu Pengasuh Majlis Taklim Al-Mustanir Probolinggo menyatakan bahwa Nasionalime itu ikatan yang lemah sebagaimana sarang laba-laba.

“Apa yang disebut dengan nasionalisme itu sebenarnya sangat lemah, kita berani menyebut di sini nasionalisme itu lemah sebagaimana lemahnya sarang laba-laba,” ungkapnya dalam program Kajian Islam Tematik Al-Mustanir: Nasionalisme, Masih Relevankah Hari Ini?, Senin (27/11/2023) di kanal Youtube NgajiProID.

Karena menurutnya, ikatan kebangsaan ini telah tumbuh berabad-abad lamanya seketika bisa mudah hilang dan tergantikan dengan satu kepentingan, pemahaman dan ikatan yang lebih tinggi cakupannnya daripada kepentingan nation satu bangsa. Bukti-bukti bahwa paham kebangsaan atau nasionalisme sebenarnya akan hilang dan lenyap oleh adanya musik, bisnis, harta atau uang, olahraga, ambisi kekuasaan dan mudah tergantiakn oleh ideologi lainnya.

“Jadi paham kebangsaan itu bisa lenyap hanya oleh musik, di mana para pecinta musik itu menyebut bahwa musik itu lintas teritorial, bahwa musik itu adalah mondial, alamiah, mendunia, musik tidak bisa dibatasi oleh sekat-sekat kebangsaan,” tegasnya.

“Nasalionalisme luntur hilang lenyap oleh bisnis, apalagi kalau pemain bisnisnya adalah Oligarki, tidak ada lagi kata nasionalisme,” imbuhnya.

Gus Tuhu lalu menjelaskan, satu-satunya penguat paham kebangsaan hanya jika ada pihak luar dari bangsanya datang menyerang secara fisik menjajah negerinya, setelah itu selesai maka hilanglah rasa kebangsaan nya.

“Jadi tidaklah mengherankan ketika pihak asing dan aseng datang merampok sumber alam dalam bentuk kerja sama atau investasi dan hal itu sah menurut konstitusi. Maka tidak ada satu pun bagi anak bangsa yang protes atau melawan perampokan resmi ini. Pertanyaannya dimana rasa Nasionalismenya? pungkasnya.[] Muhriz

Sikap Penguasa Negeri IslamTerhadap Gaza, Direktur Rumah Inspirasi Perubahan: Dipasung Sekat- sekat Nasionalisme

Sikap Penguasa Negeri IslamTerhadap Gaza, Direktur Rumah Inspirasi Perubahan: Dipasung Sekat- sekat Nasionalisme

Tsaqofatuna.id - Menaggapi sikap penguasa negeri-negeri Islam yang hanya bisa mengecam dan membisu terhadap genosida dilakukan oleh Entitas Yahudi di Gaza, Ustaz Indra Fakhrudin Direktur Rumah Inspirasi Perubahan Probolinggo mengungkapkan bahwa hal tersebut dikarenakan negeri-negeri islam telah dipasung oleh sekat-sekat nasionalisme (ashobiyyah).

“Karena negeri-negeri Islam telah dipasung oleh sekat-sekat Nasionalisme (ashobiyyah),” ujarnya dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Probolinggo: Penghalang Kita Adalah Tembok Gaza Dan Ashobiyah Nasionalisme, Selasa (28/11/2023), di Kanal YouTube NgajiPro ID.

Begitu halnya dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berangotakan 57 negara tersebar di empat benua tidak berdaya dibuatnya, katanya. Seharusnya penguasa negeri-negeri Islam mengerahkan pasukan nya, kekuatan miiter untuk membantu saudara-saudara Muslim di Gaza.

“Bahasan nasionalisme dan akar sejarahnya yang secara historis dan empiris telah menjadi tembok penghalang gaza selama ini, inysaAllah akan dibahas oleh para Alim (Ulama) yang sudah hadir di Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Probolinggo malam ini,” ujarnya.

Direktur Rumah Inspirasi Perubahan ini melanjutkan bahwa para Ulama sangat berkewajiban menjadi garda terdepan dalam membela umat , menjadi rujukan umat dalam berbagai persoalan khususnya menyampaikan gagasan syar’i dan ideologis berkenaan dengan persoalan Palestina.

“Dan kita para ulama akan terus memantau persoalan ini, walaupun gencatan senjata sementara sudah dilakukan antara kedua belah pihak. Namun kita sangat paham bagaimana karakter munafik kaum Zionis Yahudi yang kerap berkhianat,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu

Wilayah Negeri Muslim Diduduki Kafir Penjajah, Ustaz Nurul Muyassir: Kondisi Getir Umat Islam Tanpa Khilafah

Wilayah Negeri Muslim Diduduki Kafir Penjajah, Ustaz Nurul Muyassir: Kondisi Getir Umat Islam Tanpa Khilafah

Tsaqofatuna.id - Hampir sebagaian besar wilayah negeri Muslim diduduki Kafir penjajah dengan cara yang sangat mengerikan, Ustaz Nurul Muyassir Dewan Asatidz PonPes Salaf Probolinggo mengungkapkan bahwa kondisi getir tersebut karena umat Islam tanpa Khilafah.

“Anak-anak hingga orang dewasa tanpa melihat usia diabantai dengan cara yang brutal, kekayaan kaum Muslimin dirampas dengan kejam, begitu getir kondisi umat Islam tanpa Khilafah,” ungkapnya dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Probolinggo: Penghalang Kita Adalah Tembok Gaza Dan Ashobiyah Nasionalisme, Selasa (28/11/2023), di Kanal YouTube NgajiPro ID.

Dewan Asatidz ini menjelaskan, kejadian mengerikan dalam sejarah Islam yang menyisahkan kerusakan dan kehancuran yaitu penghapusan institusi Khilafah pada 28 Rajab 1342 H/ 3 Maret 1924 menyebabkan kepemimpinan Islam dan hukum – hukum Syari’at terhapus sedangkan Umat Islam menjadi tercrai-berai.

“Tidak hanya itu, ketiadaan Khilafah menjadikan umat Islam jauh dari agamanya, mengakibatkan kaum muslimin kehilangan kemauan untuk berpolitik, kehilangan kekuatan militer, kehilangan kekayaan ekonomi, juga kekuatan strategisnya,” jelasnya.

Lanjutnya, goncangan,cobaan terus-menerus yang dialami umat Islam tetapi penguasa negeri-negeri Muslim tak ada satupun yang berupaya untuk mengembalikan dan menerapkan kembali intitusi Khilafah. Imam Ghazali dalam Al Igtisha fii Al iqtiqot mengungkapkan pentingnya kekuasaan dan negara, agama dan kekuasaan bagaikan saudara kembar yang tidak dapat dipisahkan.

“Tidak hanya itu umat islam pun jauh dari label umat terbaik. Padahal Alllah SWT menyebut umat islam sebagai uma terbaik (khoirur umah)

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ

ۗ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah...(QS, Ali Imran: 110 ),” bebernya.

Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam bersama-sama mewujudkan tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiyah karena dengan Khilafah sajalah kezaliman dan kerusakan akibat sistem Kapitalisme akan hancur dan umai Islam akan memenangkan persoalan ekonomi, sosial, politik, militer akan terselesaikan.

“Tanpa khilafah umat Islam mustahil akan bersatu, kuat dan menjadi negara adidaya. Oleh karena itu, wahai umat islam dibutuhkan kesungguhan dan keyakinan yang kokoh untuk mengambalikannya, tidak bisa diwujudkannya dengan hanya menunggu, berpangku tangan atau diam atas setiap kezaliman yang terjadi akibat penerapan sistem Kapitalisme,” tandasnya.[] Lukman Indra Bayu

3 Tabiat Buruk Kaum Yahudi Dalam Al-Qur'an

3 Tabiat Buruk Kaum Yahudi Dalam Al-Qur'an

Tsaqofatuna.id - Ustadz Indra Fakhruddin Direktur Rumah Inspirasi Perubahan mengatakan bahwa ada tiga tabiat buruk kaum Yahudi yang Allah SWT ungkap di dalam Al-Qur'an.

"Berbagai tabiat buruk kaum Yahudi diungkap Allah SWT di dalam al-Quran, kita akan lihat kurang lebih ada tiga tabiat besar yang harus kita pahami," ujarnya dalam Bedah Buletin Dakwah Kaffah Edisi 321: Haram Membela Kebiadaban Yahudi, Jum'at (01/12/2023), di kanal YouTube Rumah Inspirasi Perubahan.

Pertama, ia mengungkapkan bahwa kaum Yahudi adalah bangsa yang suka mengkhianati perjanjian. Sejak dahulu kaum Yahudi mempinyai karekter penghianat, maka jangan mudah untuk mempercayai nya dalam segala perjanjian.

“Dalam QS Al Baqarah ayat 100 Allah SWT berfirman:

اَوَکُلَّمَا عٰهَدُوْا عَهْدًا نَّبَذَهٗ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ ۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Patutkah (mereka mengingkar ayat-ayat Allah) dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkan janji tersebut? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman” (TQS al-Baqarah [2]: 100). Dan bener kan? berkali kali mereka itu sudah melanggar perjanjian, begitulah memang tabiat asli mereka yang telah di tampakkan di dalam sejarah," ungkapnya.

Kedua,lanjutnya, bahwa kaum Yahudi suka membunuh para nabi. Itulah kejahatan terbesar kaum Yahudi atau Bani Israil.

“ Allah SWT berfirman dalam QS Al Maidah ayat 70:

لَقَدْ اَخَذْنَا مِيْثَا قَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ وَاَ رْسَلْنَاۤ اِلَيْهِمْ رُسُلًا ۗ كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُوْلٌ بِۢمَا لَا تَهْوٰۤى اَنْفُسُهُمْ ۙ فَرِيْقًا كَذَّبُوْا وَفَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ

Artinya: “Sungguh Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil. Kami pun telah mengutus para rasul kepada mereka. Namun, setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, maka sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan, dan sebagian lainnya mereka bunuh”. Di antara utusan Allah yang mereka bunuh adalah Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as.," terangnya.

Ketiga, ia menjelaskan, kaum Yahudi adalah bangsa yang paling keras permusuhan dan kebenciannya terhadap Islam dan kaum Muslimin. Kaum Yahudi berusaha dengan sangat keras agar kaum Muslimin mengikuti millah (agama/ideologi) nya.

“Dalam QS Al Maidah ayat 82 dijelaskan:

لَـتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّا سِ عَدَاوَةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَا لَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۚ وَلَـتَجِدَنَّ اَ قْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّا نَصٰرٰى ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَا نًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ

Artinya: Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri,” terangnya.

Ustadz Indra kemudian menerangkan bahwa kaum Yahudi telah membenci kaum muslim dari masa Rasulullah Saw. Dan saat ini kebencian kaum Yahudi sangat tampak permusuhannya terhadap kaum muslim di palestina.

" Begitu kejinya tindakan mereka sampai bayi yang baru lahir saja mereka bunuh dengan kejam," pungkasnya[] Islamsyah

Perlawanan Kaum Muslim Palestina, Direktur Rumah Inspirasi Perubahan: Itu Jihad Fi Sabilillah

Perlawanan Kaum Muslim Palestina, Direktur Rumah Inspirasi Perubahan: Itu Jihad Fi Sabilillah

Tsaqofatuna.id - Ustadz Indra Fakhruddin Direktur Rumah Inspirasi Perubahan Probolinggo mengatakan bahwa perlawanan yang dilakukan kaum muslim di Palestina merupakan jihad fi sabilillah bukan tindakan terorisme.

"Perlawanan kaum Muslim Palestina adalah jihad fi sabilillah, bukan tindakan terorisme seperti yang dipropagandakan zionis Yahudi dan negara-negara Barat," ujarnya dalam Bedah Buletin Dakwah Kaffah Edisi 319: Mereka Mengkhianati Palestina, Jum'at (17/10/2023), di kanal YouTube Rumah Inspirasi Perubahan.

Karena menurtnya, para pejuang Palestina mengangkat senjata untuk mempertahankan negeri Muslim dari serangan kaum kuffâr dan mengusir mereka, bentuk implementasi surat Al Baqorah ayat 191.

“Allah SWT berfirman:

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ

Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (TQS al-Baqarah [2]: 191).

Kemudian ia melanjutkan bahwa pemimpin kaum muslim punya kekuatan militer yang besar namun tidak berguna.

"Anda sekalian telah melihat dengan mata terbuka kepengecutan para pemimpin Arab dan Dunia Islam. Mereka bersembunyi di balik singgasana dan jubah mereka. Mereka tidak malu dengan anak-anak dan perempuan di Gaza yang melemparkan batu ke arah tentara Yahudi," ujarnya.

"Mereka bangga patuh pada aturan PBB dan Konvensi Jenewa sambil mencampakkan perintah Allah SWT," pungkasnya [] Islamsyah

Kecaman Dan Bantuan Seadanya Pemimpin Arab ke Palestina, Direktur Rumah Inspirasi Perubahan: Ini Pengkhianatan

Kecaman Dan Bantuan Seadanya Pemimpin Arab ke Palestina, Direktur Rumah Inspirasi Perubahan: Ini Pengkhianatan

Tsaqofatuna.id - Menanggapi tindakan kecaman pemimpin Arab dan bantuan seadanya untuk menghentikan agresi entitas Yahudi terhadap Palestina, Ustadz Indra Fakhruddin Direktur Rumah Inspirasi Perubahan Probolinggo mengatakan bahwa ini adalah pengkhianatan.

"Inilah pengkhianatan pertama mereka terhadap kaum Muslim dan negeri Palestina. Padahal mereka punya kekuatan militer besar yang bisa dipakai untuk menyelamatkan Palestina sekaligus menghancurkan zionis itu," ujarnya dalam Bedah Buletin Dakwah Kaffah Edisi 319: Mereka Mengkhianati Palestina, Jum'at (17/10/2023), di kanal YouTube Rumah Inspirasi Perubahan.

Kemudian ia melanjutkan bahwa pengkhianatan berikutnya adalah para pemimpin Muslim yang masih membuka hubungan bilateral dengan zionis Yahudi, dan beberapa penguasa Arab menolak embargo minyak ke entitas Yahudi dalam konferensi tingkat tinggi (KTT).

"Artinya, tangan para pemimpin Muslim itu ikut berlumuran darah Muslim Palestina. Pasalnya, mereka telah memberikan bahan bakar untuk kendaraan-kendaraan tempur zionis yang dipakai menggempur Gaza, membunuhi wanita, anak-anak dan bayi-bayi," jelasnya.

Ustadz Indra kemudian meneruskan pengkhianatan yang lain adalah menjadikan negara-negara mereka sebagai jalur perlintasan militer Amerika Serikat yang membantu entitas Yahudi.

"AS juga telah lama membangun sejumlah pangkalan militer di beberapa negeri Muslim seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, UAE dan Turki," tegasnya.

Lalu ia juga mengutip QS. Ali Imron ayat 118 :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا بِطَا نَةً مِّنْ دُوْنِكُمْ لَا يَأْلُوْنَكُمْ خَبَا لًا ۗ وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْ ۚ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْ ۖ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُ ۗ قَدْ بَيَّنَّا لَـكُمُ الْاٰ يٰتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan teman kepercayaan kalian orang-orang yang ada di luar kalangan kalian. Mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemadaratan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, sementara apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami) jika saja kalian paham.

"Para pemimpin Arab dan dunia Islam bukan saja mengkhianati Palestina, mereka juga sudah tidak malu lagi Mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, mereka bersekutu dengan musuh musuh Allah." tegasnya.

Ustadz Indra kemudian melanjutkan pengkhianatan berikutnya adalah menyerahkan nasib palestina kepada PBB untuk gencatan senjata dan solusi dua negara.

"Inilah sikap pengecut dan pandir para pemimpin Dunia Islam yang beramai-ramai menyerahkan Palestina untuk terus dijagal oleh zionis Yahudi," pungkasnya. [] Islamsyah

Solusi Dua Negara Untuk Palestina, Ustaz Haris: Itu Bukan Solusi !

Solusi Dua Negara Untuk Palestina, Ustaz Haris: Itu Bukan Solusi !

Tsaqofatuna.id - Ustadz Haris Abu Wasil Pengasuh Majelis Ta'lim Nurul Islam Lumajang mengatakan bahwa solusi dua negara untuk Palestina itu bukanlah sebuah solusi.

"Two state solution atau dua negara sebagai solusi itu bukan solusi." ujarnya dalam Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda: Perang Hamas vs Zionis Yahudi Laknatullah, Selasa (31/10/2023), di kanal YouTube NgajiproID.

Karena menurutnya, hal tersebut seperti membiarkan hak saudara muslim dirampas, merupakan sebuah pengkhianatan dan itu haram mutlak.

"Beda saat sekarang, walaupun mayoritas muslim Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan Mesir itu berjabat tangan dengan musuh, menjalin hubungan akrab dengan musuh, sedangkan saudaranya ditelantarkan, permasalahannya tidak lain adalah ashobiyah,” tuturnya.

Ustadz Haris kemudian menerangkan bahwasanya ashobiyah (fanatisme) adalah bangga terhadap bangsa sendiri sehingga tidak mau menolong saudaranya karena dibatasi oleh teritorial negara.

"Jadi, apabila kita umat Islam, utamanya para pemimpin mati dalam maksiat keharaman tersebut, maka sudah pasti matinya akan di adzab oleh Allah SWT." pungkasnya. [] Islamsyah

Ustaz Abu Ibrahim: 2 Hal Yang Wajib Muslim Lakukan Untuk Masalah Palestina

Ustaz Abu Ibrahim: 2 Hal Yang Wajib Muslim Lakukan Untuk Masalah Palestina

Tsaqofatuna.id - Ustadz Abu Ibrahim Da'i Muda Probolinggo mengatakan bahwa ada 2 hal yang harus kita lakukan sebagai muslim untuk Palestina.

"Sebagai seorang muslim maka 2 hal yang wajib kita lakukan." ujarnya dalam Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda: Perang Hamas vs Zionis Yahudi Laknatullah, Selasa (31/10/2023), di kanal YouTube NgajiproID.

Kemudian Ia melanjutkan bahwasanya hal pertama yang wajib dilakukan adalah membelanya, dengan cara apapun yang mampu dilakukan, seperti pemboikotan produk zionis Yahudi, tidak mengakui entitas yahudi dan juga donasi dana bantuan untuk Palestina.

"Sebagai orang yang tergolong lemah dan tidak punya kekuasaan, kita harus membela dengan apapun upaya yang bisa kita lakukan," terangnya.

Kedua, ia meneruskan bahwasanya wajib untuk membebaskan, dengan jihad fi sabililah dan itu hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang mempunyai kekuasaan atas militer.

"Bicara membebaskan Palestina, ini hanya bisa dilakukan oleh militer, oleh orang orang yang punya kekuasaan, yaitu pemimpin pemimpin kaum muslimin, tentu dengan jalan jihad fisabilillah," terusnya.

Ustadz Abu Ibrahim kemudian menegaskan bahwa penjajahan di dunia ini hanya bisa di selesaikan dengan perang bukan dengan bantuan kemanusiaan.

"Maka ini tugas dari pemimpin kaum Muslimin khususnya yang sedang berkuasa pada masa ini," pungkasnya. [] Islamsyah

Palestina Membara, Gus Tuhu: Solusinya Jihad fi Sabilillah

Palestina Membara, Gus Tuhu: Solusinya Jihad fi Sabilillah

Tsaqofatuna.id - Menaggapi genosida yang terjadi di Palestina, Gus Tuhu Pengasuh Majlis Taklim Al-Mustanir Probolinggo menyatakan bahwa tidak ada solusi yang jitu untuk mengakhiri fakta derita umat Islam di Palestina yang sedah dijajah oleh zionis yahudi adalah berperang di jalan Allah (Jihad Fisabilillah).

“Solusi yang jitu menurut Islam yang sedang dijajah oleh yahuadi laknatullah alaihim, itu adalah jihad fi sabilillah, tidak ada lagi kecuali jihad fi sabilillah, berperang di jalan Allah,” ungkapnya dalam program Kajian Islam Tematik Al-Mustanir: Rempang Masih Meradang, Palestina Membara, Solusinya Apa? Senin (16/10/2023), di kanal Youtube NgajiProID.

Ia menegaskan kenapa harus berperang di jalan Allah, karena faktanya mereka kaum yahudi telah mendatangi dan merampas atau menjajah tanah di Palestina, sehingga penduduknya harus memeranginya dan mempertahankannya.

“Sebenarnya umat Islam di Palestina sebagiannya telah lama berjihad melawan zionis yahudi laknatullah alaihim, namun belum berhasil sampai hari ini, maka seharusnya penguasa kaum muslimin mengerahkan tentara kaum muslimin di negeri-negeri mereka, mengerahkan pasukan yang ada di negeri mereka untuk menolong saudara mereka di Palestina, namun sayang penguasa mereka bukan khalifah, jadi mereka tidak menggerakkan pasukan untuk menolong saudara mereka di Jalur Gaza Palestina,” tegasnya.

Ia melanjutkan bahwa bantuan-bantuan yang dikirim oleh kaum muslimin berupa dana, obat-obatan, dan lain-lain. Hal itu tidak bisa menghentikan apa yang disebut penjajahan.

“Maka solusi yang paling praktis memang hanya sending soldiers, kirim pasukan tidak ada lagi, karena ini faktanya real, ada pengambil alihan tanah, kalau di mapping dari sejak awal 1948 itu datangnya orang-orang zionis yahudi mendirikan negara itu,” pungkasnya. [] Muhriz

Persoalan Palestina Bukan Persoalan Milik Orang Arab Saja

Persoalan Palestina Bukan Persoalan Milik Orang Arab Saja

Tsaqofatuna.id - Direktur Rumah Inspirasi Perubahan Ustadz Indra Fakhruddin (UIF) mengatakan bahwa persoalan Palestina bukanlah persoalan milik orang Arab saja apalagi orang Palestina.

"Persoalan Palestina ini adalah persoalan bagi seluruh kaum muslimin bukan hanya persoalan miliknya orang Arab saja atau bahkan hanya dimiliki oleh persoalan oleh bangsa Palestina saja." ujarnya dalam Kajian Peradaban Islam: Akar Masalah Dan Solusi Palestina, Kamis (12/10/2023) di kanal YouTube Kaffah Channel.

Karena menurutnya, persoalan Palestina adalah persoalan bagaimana negeri Islam atau tanah Islam yang dirampas oleh Zinonis Yahudi. Dan kekeliruan yang sangat fatal dan sangat besar jika persoalan Palestina itu hanyalah persoalan bangsa Arab.

"Ada juga orang yang mengatakan bahwa persoalan Palestina ini adalah persoalan negara negara terkait atau menjadi persoalan yang kita kenal dengan persoalan timur tengah ini juga pendapat yang salah," lanjutnya.

UIF mengatakan bahwa zionis Yahudi adalah bangsa penjajah dan pendusta dan bukanlah penduduk asli Palestina, dengan memelintirkan fakta jika orang Yahudi yang sedang mempertahankan dan membela tanah air dari orang Palestina.

"Kaum zionis Yahudi ini mengarang propaganda palestina sebagai tanah air mereka lalu mereka mencari satu legitimasi bahwa agresi militer mereka ini adalah dalam bentuk membela diri dari serangan dari orang orang Palestina,” pungkasnya.[] Islamsyah

Direktur Rumah Inspirasi Perubahan: Beberapa Kekeliruan Memahami Persoalan Palestina

Direktur Rumah Inspirasi Perubahan: Beberapa Kekeliruan Memahami Persoalan Palestina

Tsaqofatuna.id - Direktur Rumah Inspirasi Perubahan Probolinggo Ustadz Indra Fakhruddin (UIF) mengatakan, ada beberapa kekeliruan yang sangat fatal dalam memahami persoalan Palestina.

"Memang Palestina persoalan Palestina ini menimbulkan banyak sekali kekeliruan yang amat fatal, kekeliruan pemahaman mereka ada beberapa hal." ujarnya dalam Kajian Peradaban Islam: Akar Masalah Dan Solusi Palestina, Kamis (12/10/2023) di kanal YouTube Kaffah Channel.

UIF menerangkan, pertama adalah menganggap persoalan Palestina bukan sebagai persoalan utama kaum Muslimin.Kedua, persoalan Palestina merupakan persoalan bangsa Arab hanya khusus bagi orang di palestina saja yang dikenal dengan persoalan timur tengah.

"Ini adalah satu kekeliruan yang sangat fatal yang sangat besar, media barat kerap menyebut persoalan Palestina ini adalah persoalan timur tengah.," tegasnya.

Lalu ia melanjutkan, ketiga yaitu kesalahan mendeskripsikan fakta mengenai persoalan Palestina mulai dari deskripsi persoalan bangsa terusir yang harus di kembalikan ke tanah mereka.

"Ini juga di ikuti dengan latah di media arab ikut melansir istilah tersebut, saya kira kita harus clear kan, makanya nanti kemudian kita harus tau sebenarnya apa sebenarnya yang menjadi masalah utama di Palestina sehingga nanti kita akan mengetahui sejauh mana solusi yang harus kita berikan," pungkasnya.[] Islamsyah

Kasus Rempang, Ustaz Su’ud: Umat Tidak Terikat Hukum Syari’at Islam

Kasus Rempang, Ustaz Su’ud: Umat Tidak Terikat Hukum Syari’at Islam

Tsaqofatuna.id - Bentrokan yang terjadi di Pulau Rempang, Ustaz Su’ud Ashari Pengasuh Majelis Taklim Bengkel Panahan Probolinggo mengemukakan bahwa hal tersebut dikarenakan Umat tidak terikat sepenuhnya dengan hukum Syari’at Islam.

“Ketika umat tidak terikat dengan syariat Islam, Apa yang terjadi? Tentu banyak kerusakan dan masalah yang terjadi dalam kehidupan kita, sebagaimana kasus rempang,” ungkapnya dalam acara Multaqa Ulama Aswaja Tapal Kuda Probolinggo: Rempang Dicengkeram Oligarki, Perubahan Inqilabi, Campakkan Ideologi Jahili, Selasa (26/9/2023), di Kanal YouTube NgajiPro ID.

Menurtnya, semua itu tidak lepas dari Ideologi Kapitalisme Demokrasi yang digunakan di negeri ini, Ideologi yang memisahkan agama dengan kehidupan, sehingga peraturan yang muncul hanya akan berpihak kepada seglintir orang, peraturan hanya mementingkan kepentingan korporasi domestik maupun Asing Aseng.

“Tidak aneh jika yang halal diharamkan dan yang haram dihalalkan, itulah tabiat asli daripada ideologi atau sistem yang ada saat ini. Ideologi kapitalisme akan terus memunculkan kerusakan di muka bumi ini,” tuturnya.

Maka dari itu, lanjutnya, harus ada Ideologi alternatif untuk mengantikan nya, Ideologi yang bersumber dari zat yang Maha Agung yaitu Ideologi Islam. Yang akan menyelesikan segala problem persoalan Umat saat ini dengan Syari’at Nya.

“Namun syariat Islam secara Kaffah itu tidak serta merta bisa diterapkan dalam kehidupan tanpa adanya perjuangan dengan berjamaah, tanpa adanya perjuangan ideologis yang melibatkan kaum muslim,” pungkasnya. [] Lukman Indra Bayu

Kasus Rempang, Dewan Asatidz Pondok Pesantren Salaf Probolinggo: Pembangunan Berbasis Islam Adalah Alternatif Tunggal

Kasus Rempang, Dewan Asatidz Pondok Pesantren Salaf Probolinggo: Pembangunan Berbasis Islam Adalah Alternatif Tunggal

Tsaqofatuna.id - Menanggapi kasus Rempang, Dewan Asatidz Pondok Pesantren Salaf Probolinggo Ustaz Nurul Muyasir menjelaskan bahwa solusi pembangunan berbasis Islam adalah sebuah alernatif tungggal.

“Oleh karena itu, menghadirkan paradigma pembangunan yang berbasis pada Islam adalah alternatif tunggal untuk menyelesaikan semua masalah ekonomi di negara tercinta ini,” ungkapnya dalam acara Multaqa Ulama Aswaja Tapal Kuda Probolinggo: Rempang Dicengkeram Oligarki, Perubahan Inqilabi, Campakkan Ideologi Jahili, Selasa (26/9/2023), di Kanal YouTube NgajiPro ID.

Pasalnya,ia menjelaskan, dalam Islam pembangunan tidak akan bisa dilakukan jika akan memberikan mudhorot atau bahaya terhadap Rakyat, karena pada prinsip nya Pemerintah memberikan pelayanan yang merupakan subuah amanah dari Rakyat yang akan dipertangungjawabkan di Hari Kiamat nanti.

“Oleh karenanya, membangunan terlaksana dalam rangka mewujudkan kemaslahatan rakyat dan dilakukan secara mandiri,” jelasnya.

Ia pun juga menjelaskan, dalam Islam kepemilikan dibagi menjadi tiga yaitu kepemilikan induvidu, kepemilikan umum dan kepemilikan negara. Maka haram hukumnya jika kepemilikan umum seperti kasus Rempang ini dikuasai oleh swasta, negara tidak boleh memberiakan akses atau celah masuknya para Investor untuk menguasainya, hanya negara yang berhak sepenuhnya mengatur kepemilikan umum ini.

“Tidak boleh diserahkan kepada swasta, baik dalam bentuk potensi ataupun privatisasi, kontras dengan realitas hari ini, negara justru membangun dengan mengandalkan pembiayaan dari investasi,” jelasnya.

Selama adanya Ideologi Kapitalisme, katanya, yang sama bahaya nya dengan ideologi Komusisme, maka kendali kebijakan akan selalu dipegang oleh segelintir orang. Ini juga menunjukan atau bukti keperpihakan Pemerintah bukan pada Rakyat.

“Untuk itu saudaraku, marilah kita kembali kepada sistem Islam, Allah memerintahkan kita untuk masuk Islam secara Kaffah, tidak hanya pada masalah individu akan tetapi dalam ranah bermasyarakat dan juga dalam masalah pengelolaan negara dan itu semua bisa terwujud dengan adanya Khilafah Islamiyah Ala Minhaji Nubuwah,” tandasnya.[] Lukman Indra Bayu